Pengalaman Perpanjangan Passport dengan Perubahan Data di Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya cukup 20 menit

In Pengalaman by LikoElekLeave a Comment

Passportku sudah akan habis masa berlakunya Desember 2018 nanti, maka perlu untuk diperpanjang lagi. Setelah mencari info disana – sini, info persyaratan yang diberikan tidak jelas. Ada yang bilang harus bawa ini, ada yang bilang harus bawa itu, satu – satunya info yang jelas adalah pendaftaran secara online. Di website resmi imigrasi, persyaratan untuk perpanjangan passport cukup menyertakan passport lama dan e-KTP saja, namun saya juga masih ragu.

Maka jika anda ingin melakukan perpanjangan passport dengan info terkini, silahkan mengikuti pengalaman saya berikut ini.

Yang harus dipersiapkan

  1. Smartphone / laptop / komputer dan internet
  2. e-KTP asli dan fotocopy e-KTP 1x saja di kertas A4
  3. Passport lama asli dan fotocopy passport yang lama 1x saja di kertas A4
  4. Materai 6000 satu lembar
  5. Pulpen tinta hitam
  6. Rp. 365.000,- (5.000 untuk parkir motor waktu membuat passport, 5000 untuk parkir motor waktu mengambil passport dan 355.000 untuk perpanjangan passport 48 lembar)

Langkah 1 – Daftar Online

Jika tidak ingin mengantri lama – lama, lebih baik lakukan pendaftaran secara online melalui website imigrasi di https://antrian.imigrasi.go.id/ ataupun melalui aplikasi imigrasi di Android.

Saya lebih suka melakukan pendaftaran via web. Bukalah website pada waktu malam hari, karena pada waktu malam tidak banyak orang yang mengakses, sehingga lebih lancar untuk mengaksesnya.

Lakukan pendaftaran di website imigrasi dengan menginputkan NIK dan nama sesuai KTP. Setelah terdaftar segera lakukan booking antrian di kantor imigrasi yang terdekat dengan anda.

Kantor imigrasi yang paling dekat dengan tempat tinggalku adalah Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya di dekat bandara Juanda. Jadi saya memilih kantor imigrasi ini dan melakukan booking.

Jika booking berhasil dilakukan, kita akan mendapatkan kode booking dan QR Code.

QR Code ini bisa di print atau bisa di screen shoot (jika melakukan pendafaran via aplikasi android). Kalau saya, setelah mendapatkan kode booking via website, saya login via aplikasi android untuk screen shoot QR Code nya.

Contoh Screen shoot QR Code antrian

Langkah 2 – Persiapkan Berkas Persyaratan

Dari website – website lain yang saya baca, banyak yang mengatakan persyaratan yang harus dibawa adalah ini dan itu, berbeda satu sama lain. Berdasarkan pengalaman saya melakukan perpanjangan passport ini berkas yang harus disiapkan cukup Passport Lama dan e-KTP saja. Ya benar, cukup 2 itu saja tidak ada tambahan berkas – berkas yang lain. (tidak perlu melampirkan KK, Akta Lahir, Akta Nikah,Ijazah, dsb)

Waktu saya membuat passport pertama kali, alamat saya masih berada di kota Tuban dan status belum menikah. Namun 5 tahun kemudian saya sudah pindah alamat di Surabaya dan status sudah menikah. Persyaratan yang dibutuhkan pun sama, cukup Passport Lama dan e-KTP saja, sesuai dengan persyaratan perpanjangan passport meskipun mengalami perdubahan data alamat dan status.

Fotocopylah Passport Lama dan e-KTP sesuai dengan format seperti contoh di bawah ini, jika tidak sesuai, maka anda akan diminta untuk memfotocopy ulang. Khusus untuk fotocopy e-KTP, fotocopylah sampai diperbesar 1/2 A4 bolak balik diletakkan atas bawah, sedangkan fotocopy passport bagian atas adalah halaman depan yang ada fotonya dan bagian bawah adalah halaman belakang yang ada alamatnya.

Persiapkan pula Materai 6000 satu lembar dan Pupen tinta hitam.

Langkah 3 – Datang ke Kantor Imigrasi dan antri Formulir

Saya mendapatkan jadwal untuk datang ke kantor Imigrasi pada Jumat jam 8 – 9 pagi, lebih baik datanglah sebelum jam yang di tentukan.

Saya datang jam 7 dan syukur belum banyak yang datang, malah para pegawainya masih senam pagi. Jam 7.15 satpam di pintu gerbang sudah mempersilahkan pemohon yang melakukan registrasi online untuk masuk terlebih dahulu dan meminta kita menunjukkan QR Code.

Langsung menuju ke belakang gedung dan duduklah sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Jam 7.20an petugas keamanan akan melakukan pengumuman kembali dan meminta pemohon khusus yang telah  melakukan registrasi online untuk antri mengambil formulir pendaftaran. Tak perlu buru – buru antri untuk mendapatkan formulir ini, santai saja jika mendapatkan antrian belakang. Kita akan mendapatkan 2 kertas, 1 untuk biodata pemohon dan 1 untuk surat pernyataan.

Ambillah formulir pendaftaran yang diberikan, dan segera isi formulir tersebut. Gunakan pulpen tinta hitam dan huruf balok ketika mengisi. Contoh cara mengisi formulir ini dan surat pernyataan ada di papan di samping ruang tunggu.

Yang banyak kecele ketika mengisi formulir bioadata adalah ternyata ditanyakan Tempat dan Tanggal Lahir kedua orang tua kandung. Banyak pemohon orang dewasa yang tidak tahu tempat tanggal lahir ortu mereka, jadi mereka ngawur saja isinya. Jadi lebih baik cari tahu terlebih dahulu data Tempat dan Tanggal Lahir kedua Ortu.

Ketika mengisi biodata ortu, tambahkan kata “ALM” di depan nama jika yang bersangkutan sudah tidak ada.

Tambahkan materai 6000 pada lembar Surat Penyataan.

Langkah 4 – Serahkan Formulir

Jika formulir dan surat pernyataan sudah diisi lengkap, segeralah antri di loket penyerahan formulir. Semakin cepat anda antri di loket penyerahan formulir ini, semakin cepat anda mendapat nomor antrian. Jadi kecepatan mengisi formulir dan surat pernyataan mempengaruhi nomor antrian anda. Persiapkan persyaratan yang diminta yaitu passport lama + fotocopynya dan e-KTP + fotocopynya. Tunjukkan QR Code, serahkan formulir dan surat penyataan beserta persyaratan kepada petugas. Anda akan ditanya apakah sebelumnya sudah memiliki passport, dan bilang sudah. Maka petugas akan meminta kita menunjukkan e-KTP asli. Petugas tidak meminta persyaratan yang lain, dan ternyata memang cukup passport lama + e-KTP + fotocopy nya saja.

Jika persyaratan sudah lengkap, petugas akan memberikan map warna kuning. Segeralah menuju ke loket sebelah kiri dari loket penyerahan formulir ini, saya sebut saja loket nomor antrian. Serahkan map kuning kepada petugas dan tunjukkan QR Code kepada petugas, maka dia akan scan QR Code tersebut dan memberikan nomor antrian.

Syukurlah saya mendapatkan nomor antrian C-3.

Isilah data – data yang diminta pada bagian depan map warna kuning ini dengan pulpen tinta hitam.

Langkah 5 – Foto dan Wawancara

Setelah mengisi data di map kuning, segeralah masuk ke gedung dan menuju ke lantai 2 yaitu ruang tunggu Foto dan Wawancara.

Ruangan ini jauh lebih manusiawi daripada ruang loket di bawah karena sudah ada sofa dan AC nya.

Tunggulah dan pantau di layar monitor sampai nomor antrian disebutkan beserta menuju ke loket nomor berapa. Sambil menunggu, rapikanlah penampilan anda untuk foto passport.

Ketika nomor antrian disebutkan, segera menuju ke loket tersebut dengan menyerahkan map kuning dan e-KTP asli. Jelaskan kepada petugas bahwa passport sudah akan habis masa berlakunya dan ada data yang mengalami perubahan. Lalu petugas akan mewawancari kita. Kalau saya cuma ditanya mau kemana dan pergi sama siapa, ga terlalu ribet kok proses wawancara ini.

Setelah wawancara selesai, petugas akan scan sidik jari jempol kanan kita, dan melalukan pemotretan untuk passport, pastikan penampilan anda rapi sebelum diambil fotonya.

Setelah semua selesai, petugas akan memberikan kita lembar pembayaran. Pembayaran ini bisa dilakukan di bank manapun atau di mobil POS yang ada di depan gedung kantor imigrasi ini.

Lembar Pembayaran

Langkah 6 – Pembayaran

Jika ingin langsung segera beres, segeralah lakukan pembayaran di mobil POS yang ada di depan gedung. Biasanya nge-tem di sebelah pos satpam. Jika belum datang, tunggulah, kata satpam mereka datang jam 9 pagi. Tunjukkan lembar pembayaran kepada petugas dan berilah uang pas supaya tidak ribet. Total yang harus saya bayarkan untuk passport 48 halaman adalah Rp. 355.000,-

Tapi jika ingin melakukan pembayaran di bank juga tidak masalah.

Denah Kantor Imigrasi

Denah diatas saya buat ketika kantor imigrasi sedang melakukan renovasi, jadi kemungkinan bisa berubah letak loketnya ketika renovasi sudah selasai.

Langkah 7 – Ambil Passport

Semiggu kemudian saya kembali ke kantor imigrasi. Langsung masuk ke halaman belakang lagi. Di sebelah loket ambil formulir ada mesin untuk mengecek apakah passport sudah selesai dibuat atau belum. Masukkan nomor permohonan yang ada di pojok kanan atas lembar pembayaran ke dalam mesin. Jika passport sudah selesai dibuat kita bisa melanjutkan untuk mencetak nomor antrian pengambilan passport. Maka cetaklah nomor antrian tersebut. Dan tunggu sampai nomor antrian di panggil. Jika sudah dipanggil segera menuju ke loket pengambilan passport dan passport akan diberikan. Cek terlebih apakah data – data yang ada di passport tidak ada salah cetak. Jika ada yang salah segera informasikan ke petugas. Jika tidak ada yang salah, passport bisa di bawa pulang

Passport yang lama juga diberikan kembali kepada kita, namun akan diberi stempel “DICABUT” dan halaman pertama akan digunting.

Pesan dan Kesan

Positifnya, saya sangat terkesan dengan peningkatan pelayanan petugas imigrasi ini. Pengalaman saya dulu mengurus pembuatan passport membutuhkan waktu ber jam – jam, saya datang jam 7 pagi dan baru selesai jam 3 sore. Tapi pelayanan sekarang jauh berbeda, total waktu yang saya butuhkan dari penyerahan formulir sampai selesai foto dan wawancara cuma 20 menit.

5 tahun lalu pemohon yang melakukan pendaftaran secara manual maupun online tidak dibedakan, harus antri jadi satu. Tapi sekarang sudah dibedakan, pendaftar online akan didahulukan untuk mengambil formulir dan diberi jatah waktu, baru kemudian dilanjutkan yang mendaftar manual. Jatah waktu yang saya dapatkan adalah jam 8 – 9 pagi dan setelah jam 9 pagi petugas akan mempersilahkan pendaftar manual untuk mengambil formulir. Jadi datanglah tepat waktunya dan jangan melebihi waktu yang sudah ditentukan karena itu artinya antrian online anda akan hangus dan anda harus antri manual atau melakukan pendaftaran online kembali di hari waktu yang berbeda.

Petugas yang melayani juga jauh lebih murah senyum dan ramah dibandingkan dengan pengalaman saya 5 tahun yang lalu. Mungkin karena masih pagi, petugasnya masih fresh.

Negatifnya, Saya berencana mengganti passport 48 halaman menjadi 24 halaman saja karena selain biayanya lebih murah, saya juga jarang ke luar negeri, belum tentu 5 tahun sekali, jadi untuk apa banyak – banyak halamannya. Berdasarkan info resmi dari website imigrasi dan pengalaman blogger – blogger yang lain, tidak ada bedanya passport 24 halaman dan 48 halaman, semuanya bisa dipakai oleh siapa saja, termasuk bisa digunakan untuk rekreasi.

Namun ketika saya bertanya kepada petugas mulai dari petugas keamanan sampai petugas foto dan wawancara untuk mengganti passport saya ke 24 halaman, mereka semua kompak menolak permintaan saya, dan menyatakan bahwa passport 24 halaman hanya untuk TKI.

Pengalaman juga saya baca di website lain ketika pemohon ngotot untuk minta passport 24 halaman, malah di marahi sama petugasnya. Saya males harus bantah – bantahan dengan orang, jadi saya mengiyakan saja untuk melanjutkan membuat passport 48 halaman dengan biaya yang relatif lebih mahal.

Overall, saya terkesan dengan peningkatan pelayanan di kantor imigrasi ini. Semoga peningkatan pelayanan ini juga diikuti oleh instasi – instasi pelayanan masyarakat yang lain.

Comment With Facebook

or Reply with Wordpress

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of