Pengalaman Mengurus Cabut Berkas KTP KK dan Surat Keterangan Pindah di Tuban

In Pengalaman by LikoElek2 Comments

hosting indonesia

Karena aku sudah menikah dan istriku adalah orang Surabaya. Dengan berbagai pertimbangan, maka kami memutuskan untuk memiliki KK wilayah Surabaya saja.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencabut berkas identitas diri termasuk KTP dan KK dari kota asal. Karena asalku dari Tuban, maka tentu saja harus mengurus ke Tuban.

Langkah Pertama: ke RT / RW

Langkah pertama adalah meminta Surat Pengantar dari Ketua RT kota asal. Siapkan KTP dan KK asli dan pastikan mengetahui alamat lengkap kota tujuan, karena akan di data oleh Pak RT. Setelah mendapat Surat Pengantar beserta tanda tangan Ketua RT, mintalah ketua RW untuk menandatangani Surat Pengantar tersebut (tapi di tempatku, aku tidak perlu minta tanda tangan Pak RW, cukup di RT saja).

Langkah Kedua: ke Keluruhan

Langkah kedua adalah menuju ke Keluarahan, siapkan materai 6000, KTP dan KK (lama) asli, fotocopy 2 lembar KTP dan KK (lama), pas foto 3×4 4 lembar, dan fotocopy Akta Kawin (jika sudah menikah). Serahkan semua berkas sudah tersusun dalam map (Surat Pengantar RT/RW, dkk). Sebutkan dengan lengkap alamat kota tujuan kepada petugas, jika perlu tunjukkan fotocopy KK yang akan ditumpangi supaya tidak salah menyebutkan alamat dan alasan kenapa pindah.
Nah disini adalah lebih baik kita jujur saja alasan kenapa pindah. Karena kasusku aku mengatakan alasannya karena pekerjaan dan ini akan menjadi masalah nantinya di dispenduk. Jika memang karena alasannya sudah menikah / berkeluarga, maka katakan demikian, supaya dikasih Surat Pernyataan Perubahan Data Kependudukan WNI (F1.05). Isi Surat ini dilampiri fotocopy Akta Nikah dan ditanda tangani diatas materai 6000.
Selain itu di keluarahan ini, kita juga akan dikasih form KK kosong, isinya adalah perubahan anggota keluarga di KK yang ditinggalkan. Karena yang akan keluar dari KK itu adalah aku sendiri, maka kuisi datanya sesuai KK yang lama dikurangi namaku.

Langkah Ketiga: ke Kelurahan

Jika berkas – berkas sudah dikembalikan beserta Surat Keterangan dari Kelurahan, langkah ketiga adalah menuju ke Kecamatan. Serahkan semua berkas dari kecamatan dan sebutkan keperluan untuk mengurus Surat Pindah. Setelah berkas diproses, kita akan diminta untuk memfotocopy beberapa berkas dari kecamatan ini (aku lupa apa saja yang harus difotocopy). Jika semua sudah beres, berkas – berkas dari kecamatan ini akan diberikan ke kita untuk dibawa ke langkah berikutnya.

Langkah Keempat: ke Dispendukcapil

Langkah keempat adalah menuju ke Dispenduk. Di Dipenduk Tuban inilah perjuangan sesungguhnya di mulai. Sebaiknya datang ke dispenduk pagi – pagi sekali untuk mendapatkan nomor antrian. Karena pengalamanku datang kesini jam 11 siang (langsung setelah dari kecamatan) tidak mendapatkan antrian nomor dan disarankan petugasnya untuk kembali jam 1 siang untuk mengambil antrian nomor shift kedua. Jika kasusnya seperti aku sebaiknya jangan pulang, tunggulah di dispenduk untuk mendapatkan nomor antrian lebih awal. Karena aku tidak tahu, maka aku pulang dulu dan kembali jam 12.30 dan ternyata antrian untuk mengambil nomor sudah seperti antrian pembagian sembako. Padahal pintu belum dibuka (karena pegawainya masih istirahat). Dan terjadilah kekacauan begitu pintu dibuka, orang yang sudah antri masuk berdesak – desakan seperti orang yang tidak yang takut tidak kebagian jatah beras. Aku terpaksa ikut berdesakan di antara mereka karena jika tidak maka tidak akan kebagian nomor antrian.

OK, nomor antrian sudah didapat, aku masuk jam 1 siang (plus sudah antri jam 12.30) dan baru mendapatkan pelayanan jam 3 sore, keren kan? itupun harus menunggu 1/2 jam-an lagi dan tidak bisa langsung beres, ternyata gara – gara alasanku pindah karena pekerjaan, tidak diperbolehkan oleh petugas, jadi kukatakan jika pindah karena sudah menikah dengan orang Surabaya. Maka aku disuruh mengurus Perubahan Data Diri dulu dengan mengisi form F1.05 dan meminta tanda tangan lurah dan camat dilengkapi fotocopy akta kawin. Jadi terpaksa aku kembali lagi ke kelurahan dan kecamatan padahal saat itu sudah menunjukkan hampir jam 4 sore, tentu saja sudah saatnya PNS pulang. Jadi terpaksa kulanjutkan besok harinya.

Jika anda sudah mengurus form F1.05 lewati paragraf ini lanjut ke paragraf berikutnya.
Aku pun kembali ke kelurahan esok paginya dan ternyata lurahnya tidak ada ditempat, aku disuruh ninggal saja berkasnya dan kembali kebelum istirahat makan siang. Setelah mendapat tanda tangan Lurah, langsung kumenuju kecamatan yang ternyata sudah tutup istirahat. Terpaksa aku bagi tugas dengan istri dan ibuku, mereka menunggu di kecamatan untuk mendapatkan tanda tangan dan stempel camat. Dan aku langsung menuju ke dispenduk untuk mendapatkan nomor antrian.
Dan benar juga, di dispenduk antrian untuk mendapatkan nomor sama seperti kemarin dan aku kembali berdesak – desakan lagi. Nomor Antrian kembali kudapat dengan susah payah (+ jari tangan kejepit pintu karena berdesakan). Beberapa menit kemudian ibu dan istriku juga sudah datang untuk memberikan berkas beserta form F1.05 dari kecamatan.

Jika berkas – berkas lengkap (termasuk form F1.05), berkas untuk perubahan KK (lama) akan dikembali ke kita dan kita diminta untuk cabut data dulu dengan menuju ke loket lain yang ditunjuk dan membawa form F1.05. Proses cabut data inipun kita harus mengantri kembali dengan ikut berdesak – desakan lagi seperti pembagian sembako.
Setelah cabut data selesai, kembali ke loket sebelumnya dan Surat Keterangan Pindah bisa diurus. Tapi aku disuruh kembali besok harinya untuk mengambil surat ini, karena tidak bisa jadi langsung saat itu juga.

Langkah Kelima: Ke Dispendukcapil lagi

Esoknya, Surat Keterangan Pindah WNI antar Kota sudah bisa bisa dibawa dan diminta untuk mengurus perubahan KK lama. Prosesnya ini tidak terlalu ribet, bisa langsung diurus saat itu juga.

Karena sudah mendapat Surat Keterangan Pindah dari dispenduk asal, langkah selanjutnya adalah mengurus surat – surat kependudukan di kota tujuan. Pengalaman saya mengurus surat – surat tersebut bisa dilihat di artikel berikutnya Pengalaman Mengurus Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Surabaya Dari Luar Kota

Saran untuk Dispenduk Tuban, tirulah Dispenduk Surabaya, dengan menyediakan petugas pemberi informasi sebelum mengantri untuk mendapatkan nomor antrian. Petugas ini bertugas untuk menunjukkan berkas apa saja yang kurang. Jadi kita tidak perlu menghabiskan waktu mengantri lama – lama dan kemudian disuruh pulang kembali untuk mengurus berkas yang kurang. Buatlah tanda jalur untuk orang mengantri, supaya orang tidak berdesak – desakan hanya untuk mengambil nomor antrian.

Total waktu yang kuhabiskan untuk mengurus Surat Keterangan Pindah dari dispenduk asal ini adalah 7 hari kerja. Jadi sediakanlah waktu yang cukup untuk mengurus surat ini.

Contoh Surat Keterangan Pindah WNI

Contoh Surat Keterangan Pindah WNI

Contoh Surat Keterangan Pindah WNI

Contoh Surat Keterangan Pindah WNI

 

Comment With Facebook

or Reply with Wordpress

2 Comments on "Pengalaman Mengurus Cabut Berkas KTP KK dan Surat Keterangan Pindah di Tuban"

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of